BANDA: MINIATUR INDONESIA

Menjelang berakhirnya masa kolonial, Banda kembali menjadi titik balik dalam sejarah Indonesia ketika sejumlah pejuang kemerdekaan—termasuk Wakil Presiden pertama, Mohammad Hatta, dan Perdana Menteri pertama, Sutan Sjahrir—diasingkan ke sana.

Masa pengasingan mereka di Banda menjadi periode penting bagi para pendiri negara ini untuk membayangkan masa depan Indonesia. Pada saat itu, gagasan pluralisme, yang kemudian menjadi prinsip dasar Indonesia itu sendiri, sudah menjadi realitas masyarakat Banda. Selain para pemukim asing, penduduk Banda juga terdiri dari penduduk asli dan para pendatang dari seluruh nusantara—yang dibawa oleh Belanda untuk bekerja di perkebunan pala. Banda menjadi rumah bagi beragam kelompok etnis, ras, dan budaya, tetapi mereka bersatu sebagai satu bangsa dengan tujuan bersama: Mengalahkan penguasa kolonial.

Arsip ini mencerminkan gagasan Banda sebagai miniatur Indonesia, sebuah inspirasi, dan menceritakan peran penting kepulauan ini dalam perjuangan kemerdekaan bangsa.

Catatan: Koleksi Rumah Budaya Banda terdiri dari benda dan artefak dari berbagai sumber, banyak di antaranya dipilih untuk menggambarkan perubahan sejarah di Banda. Benda-benda mungkin tidak secara langsung berasal dari periode waktu yang terkait dengan arsip tersebut. Kami sedang berupaya memperluas koleksi dan memverifikasi data historis dari setiap benda. Jika anda memiliki informasi tambahan atau masukan mengenai benda-benda dan artefak dalam koleksi ini, kami mengundang anda untuk bergabung dalam inisiatif kuratorial sumber terbuka kami melalui formulir masukan di bagian bawah halaman ini dan berkontribusi pada upaya revitalisasi Rumah Budaya Banda yang sedang berlangsung.

Help Improve

Rumah Budaya Banda