SEORANG ANAK DARI BANDA

Des Alwi Abubakar lahir di desa Nusantara, Banda Naira, pada tanggal 17 November 1927. Ia adalah seorang sejarawan, diplomat, pengusaha, sutradara film, dan di atas segalanya, putra asli Banda. Warisan Des Alwi melambangkan multikulturalisme Banda. Kakeknya, Said Tjong Baadilla (1856–1934), merupakan keturunan Arab dan Tionghoa. Said Tjong Baadilla dikenal sebagai “Raja Mutiara” pada masanya.

Pada tahun 1936, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir diasingkan oleh Belanda ke Banda Naira. Hatta dan Sjahrir kemudian membawa Des Alwi ke Jawa untuk melanjutkan pendidikannya dan membantu perjuangan kemerdekaan. Kemampuannya sebagai diplomat membuatnya dijuluki sebagai “ahli lobi.” Ia memainkan peran penting dalam menyelesaikan Konfrontasi Indonesia–Malaysia dari tahun 1965 hingga 1975. Selain itu, Des Alwi sangat berpengaruh dalam memperkenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia kepada dunia—melalui diplomasi, penelitian, buku, dan film.

Kesuksesan Des Alwi akhirnya membawanya kembali ke kampung halamannya di Banda, di mana ia menghidupkan kembali adat istiadat dan budaya tradisional, melestarikan alam dan sejarah, mengembangkan infrastruktur, serta memajukan industri pariwisata.

Arsip ini memperkenalkan Des Alwi serta kehidupan, karya, dan warisannya yang luar biasa, serta beberapa benda bersejarah dari koleksi pribadinya.

Catatan: Koleksi Rumah Budaya Banda terdiri dari benda dan artefak dari berbagai sumber, banyak di antaranya dipilih untuk menggambarkan perubahan sejarah di Banda. Benda-benda mungkin tidak secara langsung berasal dari periode waktu yang terkait dengan arsip tersebut. Kami sedang berupaya memperluas koleksi dan memverifikasi data historis dari setiap benda. Jika anda memiliki informasi tambahan atau masukan mengenai benda-benda dan artefak dalam koleksi ini, kami mengundang anda untuk bergabung dalam inisiatif kuratorial sumber terbuka kami melalui formulir masukan di bagian bawah halaman ini dan berkontribusi pada upaya revitalisasi Rumah Budaya Banda yang sedang berlangsung.

Help Improve

Rumah Budaya Banda