PENJAJAHAN BANDA
Kedatangan Eropa menandai babak baru dalam sejarah Banda, sekaligus peralihan dari pemerintahan otonom menuju penjajahan. Dalam upaya memonopoli perdagangan rempah yang menguntungkan di kepulauan tersebut, para penganut merkantilisme Belanda mengambil alih kendali atas Banda, yang menjadi tahap awal proses penjajahan di seluruh Indonesia yang membutuhkan waktu hampir empat abad untuk diselesaikan.
Selama penjajahan Kepulauan Banda, Kekaisaran Belanda muncul sebagai kekuatan global, memanfaatkan kekayaan monopoli rempah-rempah mereka untuk memperluas wilayah dan meningkatkan kekayaan Belanda di tanah air. Begitu banyak uang yang dihasilkan dari perdagangan rempah-rempah, sehingga mengubah cara kita semua berbisnis dan melahirkan bursa saham pertama di dunia di Amsterdam. Meskipun pentingnya Banda bagi Kekaisaran Belanda berkurang seiring waktu, warisan kolonial masih terasa di seluruh penjuru Banda hingga hari ini.
Rempah-rempah Banda begitu berharga sehingga pelayaran individu tidak mampu memenuhi permintaan pasar, dan cara baru dalam berbisnis pun lahir. Perdagangan saham publik di VOC (Dutch East India Company) memungkinkan perusahaan tersebut untuk menyebar risiko dan mengirim ekspedisi secara terus-menerus, yang berujung pada berdirinya bursa saham pertama di dunia. Pada tahun 1667, Belanda mengambil alih kendali penuh atas Kepulauan Banda melalui Perjanjian Breda, di mana Inggris melepaskan kuasanya atas Pulau Rhun sebagai ganti kepemilikan Belanda atas New Amsterdam, yang kelak akan menjadi tempat bursa saham terkemuka dunia di Wall Street.
Arsip ini mengeksplorasi bagaimana proses kolonialisasi mengubah nasib Banda dan seluruh dunia.
Catatan: Koleksi Rumah Budaya Banda terdiri dari benda dan artefak dari berbagai sumber, banyak di antaranya dipilih untuk menggambarkan perubahan sejarah di Banda. Benda-benda mungkin tidak secara langsung berasal dari periode waktu yang terkait dengan arsip tersebut. Kami sedang berupaya memperluas koleksi dan memverifikasi data historis dari setiap benda. Jika anda memiliki informasi tambahan atau masukan mengenai benda-benda dan artefak dalam koleksi ini, kami mengundang anda untuk bergabung dalam inisiatif kuratorial sumber terbuka kami melalui formulir masukan di bagian bawah halaman ini dan berkontribusi pada upaya revitalisasi Rumah Budaya Banda yang sedang berlangsung.
nomor arsip: r-3-001 objek referensi: Pembantaian Banda 1621 asal: Banda tanggal: - catatan: Lukisan yang menggambarkan pembantaian massal terhadap tokoh-tokoh terkemuka Banda Naira yang menentang VOC atas perintah Jan Pieterszoon Coen.
nomor arsip: r-3-002 objek referensi: Perdagangan Pala pada masa Penjajahan asal: Banda tanggal: - catatan: Lukisan yang menggambarkan perdagangan pala pada masa penjajahan. Para ‘perkeniers’ berperan sebagai pemilik perkebunan, dengan budak-budak yang didatangkan dari pulau lain dan perempuan pribumi Banda yang bekerja di ladang.
nomor arsip: r-3-003 objek referensi: Benteng Belgica dari kaki Gunung Tabaleku asal: Banda tanggal: - catatan: Lukisan yang menggambarkan Benteng Belgica yang didirikan oleh penjajah Belanda yang selesai pembangunannya pada tahun 1673. Benteng ini berfungsi sebagai pangkalan militer bagi VOC selama masa kolonial.
nomor arsip: r-3-004 objek referensi: Lonceng Perk Drie Gebroeders asal: (Diduga) Banda tanggal: 1883 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda pada tahun 1883 dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-004 objek referensi: Lonceng Perk Drie Gebroeders asal: (Diduga) Banda tanggal: 1883 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda pada tahun 1883 dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-005 objek referensi: Lonceng Perk asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-005 objek referensi: Lonceng Perk asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-005 objek referensi: Lonceng Perk asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-006 objek referensi: Lonceng Perk Boetong asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-006 objek referensi: Lonceng Perk Boetong asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-007 objek referensi: Lonceng Perk asal: (Diduga) Banda tanggal: - catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-008 objek referensi: Lonceng Perk Speceryland asal: (Diduga) Banda tanggal: 1883 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-008 objek referensi: Lonceng Perk Speceryland asal: (Diduga) Banda tanggal: 1883 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-009 objek referensi: Lonceng Perk asal: (Diduga) Banda tanggal: 1875 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-010 objek referensi: Lonceng Perk Dender asal: (Diduga) Banda tanggal: 1875 catatan: Lonceng yang diperkirakan dibawa dari Belanda dan digunakan di perkebunan. Lonceng tersebut digunakan untuk memberi tanda kepada para pekerja.
nomor arsip: r-3-011 objek referensi: Uang Perkebunan asal: Banda tanggal: Akhir Masa Penjajahan catatan: Alat pengganti mata uang Belanda yang terbuat dari pecahan lonceng. Digunakan di Banda pada akhir masa kolonial
nomor arsip: r-3-011 objek referensi: Uang Perkebunan asal: Banda tanggal: Akhir Masa Penjajahan catatan: Alat pengganti mata uang Belanda yang terbuat dari pecahan lonceng. Digunakan di Banda pada akhir masa kolonial
nomor arsip: r-3-011 objek referensi: Uang Perkebunan asal: Banda tanggal: Akhir Masa Penjajahan catatan: Alat pengganti mata uang Belanda yang terbuat dari pecahan lonceng. Digunakan di Banda pada akhir masa kolonial
nomor arsip: r-3-012 objek referensi: (Diduga) Bagian dari Alat Penimbang asal: Banda tanggal: - catatan: -
nomor arsip: r-3-012 objek referensi: (Diduga) Bagian dari Alat Penimbang asal: Banda tanggal: - catatan: -
nomor arsip: r-3-013 objek referensi: Peluru Musket asal: (Diperkirakan) Eropa tanggal: - catatan: Amunisi untuk senjata bubuk mesiu.
nomor arsip: r-3-013 objek referensi: Peluru Meriam asal: (Diperkirakan) Eropa tanggal: - catatan: Amunisi untuk senjata bubuk mesiu.
nomor arsip: r-3-014 objek referensi: Amunisi Senjata Api asal: (Diperkirakan) Eropa tanggal: - catatan: Amunisi untuk senjata bubuk mesiu.
nomor arsip: r-3-015 objek referensi: Foto Perkebunan Dender asal: Banda tanggal: - catatan: Sebuah potret keluarga Perkenier Dender beserta budak mereka, diduga diambil di perkebunan milik mereka.
nomor arsip: r-3-016 objek referensi: Seperangkat Meriam Lentaka asal: - tanggal: - catatan: Meriam tradisional Maluku, dikembangkan oleh pendatang Eropa saat tiba di kepulauan.
nomor arsip: r-3-016a objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016a objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016a objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016b objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016b objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016b objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016b objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Eropa) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Eropa, yang ditandai dengan ornamen dan motif yang minimalis.
nomor arsip: r-3-016c objek referensi: Meriam Lentaka ((Diperkirakan) Gaya Maluku) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Maluku, yang ditandai dengan kaligrafi Arab yang identik dengan Kesultanan Melayu pada masa awal kolonial.
nomor arsip: r-3-016c objek referensi: Meriam Lentaka ((Diperkirakan) Gaya Maluku) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Maluku, yang ditandai dengan kaligrafi Arab yang identik dengan Kesultanan Melayu pada masa awal kolonial.
nomor arsip: r-3-016c objek referensi: Meriam Lentaka ((Diperkirakan) Gaya Maluku) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Maluku, yang ditandai dengan kaligrafi Arab yang identik dengan Kesultanan Melayu pada masa awal kolonial.
nomor arsip: r-3-016f objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016d objek referensi: Meriam Lentaka ((Diperkirakan) Gaya Maluku) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Maluku, yang ditandai dengan makhluk mitos asli daerah tersebut serta pengaruh kolonial Eropa pada motifnya.
nomor arsip: r-3-016d objek referensi: Meriam Lentaka ((Diperkirakan) Gaya Maluku) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Maluku, yang ditandai dengan makhluk mitos asli daerah tersebut serta pengaruh kolonial Eropa pada motifnya.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016e objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016f objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016f objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-016f objek referensi: Meriam Lentaka (Gaya Kesultanan Melayu) asal: Asia Tenggara Kolonial tanggal: - catatan: Lentaka buatan Kesultanan Melayu, yang ditandai dengan motif buaya, predator laut yang tangguh di kawasan tersebut.
nomor arsip: r-3-017 objek referensi: Pistol Flintlock asal: Eropa tanggal: - catatan: Senjata yang umum digunakan dalam ekspedisi laut awal.
nomor arsip: r-3-018 objek referensi: Pistol Flintlock asal: Eropa tanggal: - catatan: Senjata yang umum digunakan dalam ekspedisi laut awal.
nomor arsip: r-3-018 objek referensi: Pistol Flintlock asal: Eropa tanggal: - catatan: Senjata yang umum digunakan dalam ekspedisi laut awal.
nomor arsip: r-3-019 objek referensi: Pistol Flintlock asal: Eropa tanggal: - catatan: Senjata yang umum digunakan dalam ekspedisi laut awal.
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-020 objek referensi: Pedang Coen asal: Eropa tanggal: - catatan: Pedang bergaya cutlass dengan ukiran logo VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda). Diyakini sebagai pedang milik Jan Pieterszoon Coen, perwira Belanda yang melakukan Genosida Banda dan kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda
nomor arsip: r-3-021 objek referensi: Kunci Besi asal: - tanggal: - catatan: Kunci besi, kemungkinan besar digunakan untuk mengamankan benda-benda penting seperti barang dagangan dan senjata, atau mungkin sel penjara.

